Information
Contact Us
Phone: 087752816964
SMS: 087752816964
Working hours:
Mon-Sat: 7am-9pm
(Jam Kerja: Senin-Sabtu
07.00-21.00 WIB)
SMS Center (hanya MESIN auto order confirmation, tdk dpt menerima/merespon SMS/telepon): 08175050256
Email:
cs@shakuki.com
Location : Surabaya
CS 2
Fans Page
Available Space for Advertisement
Contact 081807809491
Contact 081807809491
Shoutbox
Visitor Counter
AWB Tracking
Klik pada no resi untuk pengecekan status pengiriman (AWB history selengkapnya bisa dilihat disini)
00093 Cara Mengolah Daging Sapi Agar Lebih Empuk
Jika hendak menyantap hidangan olahan dari daging sapi, kita selalu mengharapkan untuk mendapatkan daging sapi yang lezat dan tentunya empuk. Tetapi apa daya, untuk orang-orang yang awam mengenai kwalitas daging sapi, tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Beruntung ada beberapa tips dan trik warisan turun temurun untuk mengempukkan daging sapi sbb :
Proses Kimia
Pada dasarnya, daging sapi terdiri atas lemak dan protein yang membentuk ikatan. Ikatan-ikatan protein (peptida) inilah yang berperan membentuk serat-serat daging dan membuat daging menjadi alot. Dengan proses kimiawi dan atau proses fisika, ikatan protein (peptida) ini dapat dihancurkan atau disebut dengan “degradasi”. Dengan hancurnya ikatan protein ini maka daging sapi dengan sendirinya akan menjadi lebih empuk.
Ada beberapa macam cara untuk memecahkan ikatan protein ini, salah satunya adalah menggunakan “enzim Papain“. Papain ini secara alami ada di dalam daun pepaya (Carica papaya). Itulah sebabnya, nenek moyang kita sejak jaman dahulu menggunakan daun pepaya sebagai salah satu kiat untuk mengempukkan daging sapi.
Proses Fisika
Ikatan peptida yang membuat daging sapi menjadi alot dan kenyal (keras), selain dapat dipecahkan dengan cara kimiawi dapat juga dengan menggunakan proses fisika,yaitu menggunakan temperatur yang tinggi. Daging sapi yang direbus dengan suhu tinggi otomatis akan lebih empuk karena pecahnya ikatan peptida ini. Sayangnya, air, yang biasa digunakan untuk merebus, mempunyai keterbatasan dalam hal titik didihnya, yaitu hanya dapat mencapai suhu 100 derajat celcius. Prinsipnya, semakin tinggi suhu, akan semakin mudah untuk memecah ikatan peptida pada daging sapi.
Secara fisika, jika kita mencampurkan suatu zat ke dalam air, hal tersebut akan mempengaruhi titik didih air (melebihi 100 derajat celcius). Hal ini secara langsung dapat menjelaskan, mengapa secara turun temurun “Bodrex”,dipercaya dapat mengempukkan daging.
Lantas, apakah pencampuran air rebusan dengan Bodrex ini tidak berbahaya? Ternyata zat-zat aktif dalam Bodrex (dan obat lainnya) akan rusak karena suhu tinggi, dan tidak berpengaruh kepada tubuh manusia.
Bagaimana dengan cara lain mengempukkan daging dengan memasukkan beling atau sendok ke dalam air rebusan daging? Menurut teori fisika, adanya zat-zat padat di dalam air, bisa mengurangi “efek bumping”(keluarnya gelembung udara).
Udara bukanlah konduktor, maka jika air mendidih dan menghasilkan banyak gelembung air, panas yang dihasilkan tidaklah maksimal. Dengan memasukkan zat padat, gelembung udara yang dihasilkan kecil-kecil dan hanya berkonsentrasi di sekitar zat padat,yang ujung-ujungnya akan menaikkan titik didih juga.
Teknik lain untuk menaikkan titik didih kemudian diterapkan ke dalam panci tekan (presto). Masih secara fisika, makin tinggi tekanan udara di permukaan air, maka makin tinggi pula titik didihnya, yang efeknya, waktu untuk mendidihkan juga lebih cepat.
Tips lain untuk mengempukkan daging sapi adalah menggunakan bahan yang tidak asing lagi di telinga kita, yaitu menggunakann beras, jenis bahan makanan pokok ini, selain perannya yang penting bagi pelengkap hidangan. Ternyata juga memiliki manfaat lain yakni untuk mengempukkan daging. Lalu seperti apa cara mengempukkan daging menggunakan beras?
Caranya adalah dengan menaruh beberapa butir beras ke dalam rebusan daging. Dan beras ini akan bereaksi untuk membantu mengempukkan daging. Siapkan panci dengan air untuk merebus. Kemudian jerang dan tunggu sampai mendidih, baru masukkan daging dan beras sekaligus. Tidak hanya daging sapi yang cepat lunak dengan cara ini, tetapi juga kambing, bebek atau sejenisnya. Sehingga akan menghemat bahan bakar juga tentunya.
Dari berbagai sumber
- Membungkus daging sapi yang akan diolah dengan daun pepaya selama beberapa waktu.
- Memasukkan pecahan kaca (beling) ke dalam air rebusan daging sapi.
- Memasukkan sendok ke dalam air rebusan daging sapi.
- Mencampurkan bodrex (sejenis obat sakit kepala) ke dalam rebusan daging sapi.
Proses Kimia
Pada dasarnya, daging sapi terdiri atas lemak dan protein yang membentuk ikatan. Ikatan-ikatan protein (peptida) inilah yang berperan membentuk serat-serat daging dan membuat daging menjadi alot. Dengan proses kimiawi dan atau proses fisika, ikatan protein (peptida) ini dapat dihancurkan atau disebut dengan “degradasi”. Dengan hancurnya ikatan protein ini maka daging sapi dengan sendirinya akan menjadi lebih empuk.
Ada beberapa macam cara untuk memecahkan ikatan protein ini, salah satunya adalah menggunakan “enzim Papain“. Papain ini secara alami ada di dalam daun pepaya (Carica papaya). Itulah sebabnya, nenek moyang kita sejak jaman dahulu menggunakan daun pepaya sebagai salah satu kiat untuk mengempukkan daging sapi.
Proses Fisika
Ikatan peptida yang membuat daging sapi menjadi alot dan kenyal (keras), selain dapat dipecahkan dengan cara kimiawi dapat juga dengan menggunakan proses fisika,yaitu menggunakan temperatur yang tinggi. Daging sapi yang direbus dengan suhu tinggi otomatis akan lebih empuk karena pecahnya ikatan peptida ini. Sayangnya, air, yang biasa digunakan untuk merebus, mempunyai keterbatasan dalam hal titik didihnya, yaitu hanya dapat mencapai suhu 100 derajat celcius. Prinsipnya, semakin tinggi suhu, akan semakin mudah untuk memecah ikatan peptida pada daging sapi.
Secara fisika, jika kita mencampurkan suatu zat ke dalam air, hal tersebut akan mempengaruhi titik didih air (melebihi 100 derajat celcius). Hal ini secara langsung dapat menjelaskan, mengapa secara turun temurun “Bodrex”,dipercaya dapat mengempukkan daging.
Lantas, apakah pencampuran air rebusan dengan Bodrex ini tidak berbahaya? Ternyata zat-zat aktif dalam Bodrex (dan obat lainnya) akan rusak karena suhu tinggi, dan tidak berpengaruh kepada tubuh manusia.
Bagaimana dengan cara lain mengempukkan daging dengan memasukkan beling atau sendok ke dalam air rebusan daging? Menurut teori fisika, adanya zat-zat padat di dalam air, bisa mengurangi “efek bumping”(keluarnya gelembung udara).
Udara bukanlah konduktor, maka jika air mendidih dan menghasilkan banyak gelembung air, panas yang dihasilkan tidaklah maksimal. Dengan memasukkan zat padat, gelembung udara yang dihasilkan kecil-kecil dan hanya berkonsentrasi di sekitar zat padat,yang ujung-ujungnya akan menaikkan titik didih juga.
Teknik lain untuk menaikkan titik didih kemudian diterapkan ke dalam panci tekan (presto). Masih secara fisika, makin tinggi tekanan udara di permukaan air, maka makin tinggi pula titik didihnya, yang efeknya, waktu untuk mendidihkan juga lebih cepat.
Tips lain untuk mengempukkan daging sapi adalah menggunakan bahan yang tidak asing lagi di telinga kita, yaitu menggunakann beras, jenis bahan makanan pokok ini, selain perannya yang penting bagi pelengkap hidangan. Ternyata juga memiliki manfaat lain yakni untuk mengempukkan daging. Lalu seperti apa cara mengempukkan daging menggunakan beras?
Caranya adalah dengan menaruh beberapa butir beras ke dalam rebusan daging. Dan beras ini akan bereaksi untuk membantu mengempukkan daging. Siapkan panci dengan air untuk merebus. Kemudian jerang dan tunggu sampai mendidih, baru masukkan daging dan beras sekaligus. Tidak hanya daging sapi yang cepat lunak dengan cara ini, tetapi juga kambing, bebek atau sejenisnya. Sehingga akan menghemat bahan bakar juga tentunya.
Dari berbagai sumber






































