Head and Hair Accesories ELC Blossoms: Farm Clover Cow, Sit Up Cosy Cow, Sit Up Pink Rabbit, Sit Up Cosy Deluxe Kids Animal Boots (Duck, Spider, Crocodille, Elephant, Mouse) Books, Mastella Teether Books, Vtech Winnie The Pooh Slide and Learn Storybook, Winfun Talking Activity Book, Softbook FISHER PRICE Baby Animals Counting.... Portable Rocker Lion, Helmet Pack, Baby Einstein Pillow Buddies, Moonwalk Baby walker, etc SKIP*HOP Branded Boys Swim - Bath time, Sunshade Baby Buggy, Neckring, Sailor Swimmsuit, Chilly Red Swimsuit, Munchkin Ducktub, etc Freddie the Frog Hybrid Shoes Breastfeeding set Branded Girls Shakuki Web Design Studio
Shakuki Webdesign
Shakuki Wholesale Catalog
Shakuki Reseller Dropship Program
Sale! Price Drop
Payment Confirmation
Shakuki Food
Breastfeeding set+cups+bottles: tommee tippee, medela, explora, natur
Toys-3d puzzle crystal, musical play, thomas tent, thomas bike
Books
Branded Girls
Branded Boys
Shakuki Models
SkipHop Back Pack 100% Original
Footwear
Adihdaya Sistem Computech
Contact Us

Phone: 087752816964
SMS: 087752816964

Working hours:
Mon-Sat: 7am-9pm
(Jam Kerja: Senin-Sabtu
07.00-21.00 WIB
)

SMS Center (hanya MESIN auto order confirmation, tdk dpt menerima/merespon SMS/telepon): 08175050256

 

Email:
cs@shakuki.com

shakuki.indonesia@yahoo.com

 

Location : Surabaya

 

Messenger:
CS 1
 


CS 2

 

Facebook 1
shakuki

 

Facebook 2
shakuki

 

Fans Page

 

Twitter

Available Space for Advertisement

Contact 081807809491
 
Why are you shopping at shakuki.com?
Quality & Satisfaction Assurance
Trusted Online Shop & safe shipping online tracking
Quick Response
Various & ready stock collection
Excellent Service

Shoutbox

Visitor Counter
AWB Tracking
Klik pada no resi untuk pengecekan status pengiriman (AWB history selengkapnya bisa dilihat disini)
 
free counters
Shakuki, Shop online for the best of baby and kids clothing, accesories, bags, breastfeeding and nursery, and toys. We also offer wholesale for your retail/online business at a reasonable price and support for dropship program. Shakuki sharing blog articles about baby and kids on their development program and for family.
Share |

678 Jangan Biarkan Anak Bermain Sendiri

Bermain merupakan bagian dari proses perkembangan anak yang sangat berarti. Sayangnya, banyak orangtua Indonesia yang ternyata tidak mengetahui hal ini. Bahkan, mereka menganggap ikut bermain bersama anak bukan sesuatu yang pantas dilakukan. Oleh karena itu, orangtua kerap terlihat membiarkan anak bermain sendiri sehingga anak bermain dengan alat yang tidak sesuai kapasitasnya. Jika anak terus dibiarkan seperti ini, ia akan mengalami gangguan pada fisik dan psikis.

Hal inilah yang menjadi salah satu topik pembahasan saat talkshow "Meningkatkan Aktivitas Bermain untuk Meningkatkan Tahap Perkembangan Anak", yang diadakan oleh Early Learning Centre (ELC) di Function Hall Plaza Indonesia, Kamis (11/11/2010).

"Seharusnya, ada interaksi timbal-balik antara caregiver (orangtua, pendidik, atau pengasuh) dan anak. Caregiver harus peka pada kebutuhan anak, responsif, dan tahu bagaimana membina interaksi dengan anak, sehingga anak termotivasi untuk melakukan eksplorasi," tutur Dra Mayke S. Tedjasaputra, MSi, play therapist, saat talkshow berlangsung.

Bentuk interaksi yang dimaksudnya bisa bermacam-macam. Contohnya, orangtua bisa memberikan dua pilihan mainan, lalu anak yang memutuskan satu di antaranya. Kemudian, ketika anak terbiasa memainkan permainan yang sama terus-menerus, orangtua bisa menarik perhatian anak agar mau mengeksplorasi mainan baru. Caranya dengan mengajak anak melihat mainan baru tersebut, lalu mendemonstrasikan cara memainkannya.

"Ketika anak bermain, beri komentar mengenai apa yang dilakukannya. Lakukan tatap mata, untuk menandai adanya dukungan pada anak," kata Mayke.

Anak juga perlu dibebaskan untuk memainkan mainan dengan caranya sendiri. Hal ini berkaitan dengan tahap perkembangan anak yang berbeda-beda sesuai usianya. Selama yang dilakukan tidak berbahaya, anak perlu dibiarkan bereksperimen dalam memainkan permainan tersebut. Anda tidak perlu mengoreksi bila anak memainkan dengan cara yang tidak biasa. Yang perlu Anda lakukan hanya memperkenalkan variasi untuk memainkan mainan yang sama. Terlalu membatasi kebebasan anak hanya akan membuatnya merasa terganggu.

Mayke juga menekankan pentingnya membatasi digital games untuk anak. Sudah menjadi hal yang umum bila anak-anak batita atau balita pun sekarang sudah bisa "bermain" ponsel atau komputer. Karena anak usia batita belum bisa baca-tulis, mereka hanya akan mengenal icon pada layar ponsel dan komputer tersebut.

"Games di ponsel atau di komputer merupakan stimulus yang sangat kuat, karena ada gerak dan suara. Akibatnya, mata akan berfokus pada satu layar saja. Hal ini akan menimbulkan gangguan tracking mata, yang terjadi saat ia (belajar) membaca," seru pengajar senior di Fakultas Psikologi UI ini.

Mayke juga mengatakan bahwa anak laki-laki tak perlu dilarang ketika memainkan boneka atau alat masak-memasak milik adik atau kakaknya. Sebab, hal ini merupakan bagian dari proses eksplorasinya terhadap mainan tersebut. Anak laki-laki tak akan mengalami perubahan orientasi seksual ketika dewasa, hanya karena ketika masih kecil memainkan mainan anak perempuan.

Sumber

Comments

Twitter Reaction