Information
Contact Us
Phone: 087752816964
SMS: 087752816964
Working hours:
Mon-Sat: 7am-9pm
(Jam Kerja: Senin-Sabtu
07.00-21.00 WIB)
SMS Center (hanya MESIN auto order confirmation, tdk dpt menerima/merespon SMS/telepon): 08175050256
Email:
cs@shakuki.com
Location : Surabaya
CS 2
Fans Page
Available Space for Advertisement
Contact 081807809491
Contact 081807809491
Shoutbox
Visitor Counter
AWB Tracking
Klik pada no resi untuk pengecekan status pengiriman (AWB history selengkapnya bisa dilihat disini)
692 Bumil yang Moody Berdampak Buruk Bagi Bayi
Bukan hanya aspek nutrisi saja yang perlu diperhatikan ibu hamil. Selama kehamilan calon ibu sebaiknya menjauhkan diri dari stres karena dapat membuat tumbuh kembang janin terganggu.
Bayi-bayi yang terlahir dari ibu yang emosinya stabil cenderung memiliki kemampuan mental dan motorik lebih baik. Tetapi jika ibu mengalami fluktuasi emosi, misalnya karena depresi, maka kemampuan bayi pun terganggu.
Hal itu terjadi karena otak bayi di kandungan sudah mampu mendeteksi mood ibu dan ini memengaruhi perkembangannya. Padahal 9 bulan di kandungan merupakan masa persiapan bagi bayi untuk kehidupannya setelah dilahirkan.
Para ahli berpendapat, bukan depresi ibu yang membuat tumbuh kembang bayi terganggu namun perubahaan mood tiba-tiba seperti yang biasa dialami orang yang depresi lah yang menghambat perkembangan optimal bayi.
Fenomena serupa ditemui dalam bidang nutrisi. Studi tahun 2005 menunjukkan bahwa bayi-bayi yang ketika di kandungan cenderung kelaparan namun setelah lahir mendapat nutrisi yang cukup justru lebih rentan mengalami penyakit metabolik seperti diabetes di usia dewasa.
Depresi saat kehamilan selama ini kurang mendapat perhatian. Karena itu tak ada salahnya calon ibu juga menjalani skrining depresi sehingga dokter bisa membantu mereka.
Sumber
Bayi-bayi yang terlahir dari ibu yang emosinya stabil cenderung memiliki kemampuan mental dan motorik lebih baik. Tetapi jika ibu mengalami fluktuasi emosi, misalnya karena depresi, maka kemampuan bayi pun terganggu.
Hal itu terjadi karena otak bayi di kandungan sudah mampu mendeteksi mood ibu dan ini memengaruhi perkembangannya. Padahal 9 bulan di kandungan merupakan masa persiapan bagi bayi untuk kehidupannya setelah dilahirkan.
Para ahli berpendapat, bukan depresi ibu yang membuat tumbuh kembang bayi terganggu namun perubahaan mood tiba-tiba seperti yang biasa dialami orang yang depresi lah yang menghambat perkembangan optimal bayi.
Fenomena serupa ditemui dalam bidang nutrisi. Studi tahun 2005 menunjukkan bahwa bayi-bayi yang ketika di kandungan cenderung kelaparan namun setelah lahir mendapat nutrisi yang cukup justru lebih rentan mengalami penyakit metabolik seperti diabetes di usia dewasa.
Depresi saat kehamilan selama ini kurang mendapat perhatian. Karena itu tak ada salahnya calon ibu juga menjalani skrining depresi sehingga dokter bisa membantu mereka.
Sumber






































